sabda bumi

Pages

  • Home
  • Table of Content
  • About Me

Table of Content


Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Klik and Go

  • Puisi (42)
  • Prosa (32)
  • Sajak (14)
  • Kolaborasi (9)
  • Soliloquy (7)
  • Fiksi Mini (6)
  • catatan (5)
  • Sufism (4)
  • Essay (3)

Followers

Follow this blog

Popular Posts

  • Bertanya Kepada Maut
    percik-percik hening memukau jejiwa. bau dupa. aroma melati dan kapur barus bergantian memenuhi ruang udara. dingin mengendap di lipatan ra...
  • Prosa: Bidadari Penafsir Hujan
    Bidadari Penafsir Hujan, pada dzikirmu kau tasbihkan namaku sebagai huruf yang tertatah rapi di garis senyum awan. untukmu, kulagukan pu...
  • Keranda Puisi
    Puisi terbunuh malam tadi. Tubuh ringkihnya kini membujur kaku, semayam di punggung siang. Ada biru menggurat di bibir gelisahnya. Barangk...
  • Rindu Lelaki Ini
    JIKA sepi tengah memenjarakanmu di ruang sempit pengap keterpisahan maka keluarlah sebentar biar kau lihat rasi bintang yang sengaja kusu...
  • Romanizem [Bila Cinta Hadir untuk Membebaskan]
    Prolog HIDUP adalah soal sedetak jantung dan setarikan nafas, begitu rapuh begitu labil dalam sifatnya yang ambigu hingga kematian dapat...
  • Gelapku Terlalu Pekat untuk Kau Terangi: Sudah! [Elegi Labirin Cinta]
    Akulah cinta dalam setiap sebutan cinta yang merekah di dada para pencari cinta. Sedang kau tidak akan pernah sampai padaku meski bila m...
  • Tentang Aku, Kau dan The Pursuit of Happiness Problem's
    SENJA ini kau tanyakan padaku bilakah aku di sisimu. Katamu aku telah membahagiakan dirimu dan anak kita. Lagi-lagi kau salah sayang. Aku ...
  • Di buku itu kusebut namaMu
    Selembar daun jatuh ke bumi setelah lelah memberi udara yang kuhirup dengan percuma sebagai pembeda dosa tergenang agar pahala yang putih na...
  • Buruh Rubuh
    angkat sauh berat penuh. usap peluh tiada keluh. geliat subuh, usir jenuh. pecut tubuh, patah tumbuh. malam jatuh, mati suluh. nasib buruh, ...
  • Prosa Kebangkitan (melawan rindu yang terlalu)
    SEWINDU waktu berjalan menuju telaga sepi bawa lari serpih perih menjauh dari keramaian tanpa teman di sisi. Kembara sunyi yang meruah biru ...
sabdabumi@2011. Simple theme. Powered by Blogger.